perampasan-motor

Diskusi HukumCategory: Pertanyaanperampasan-motor
Dinda.silviani asked 1 year ago

permisi min saya numpang nanya ini sekaligus buat menambah wawasan dan juga ilmu. saya mempunya permasalahan utang piutang terkait kredit motor. apakah di benarkan tindakan perampasan barang milik saya (motor) oleh pihak ketiga di karenakan tagihan saya menunggak dan padahal selama ini saya tidak pernnah menunggak, saya sudah membayar sebanyak 8 kali dan cicilan saya hanya kurang 4 kali pembayaran tapi pihak ketiga dalam hal ini (debtcollector) melakukan perampasan terhadap motor saya, dan saya di beritahu jika motor ingin kembali kepada saya lagi maka sisa kekurangan yang belum dibayarkan harus dibayar terlebih dahulu dan tagihan untuk bulan depan harus dibayar. pada permasalahan ini saya menunggak membayar baru selama 2 bulan lebih, mohon infonya min jika ada kejadian seperti ini.

1 Answers
Best Answer
admin Staff answered 1 year ago

Kami tidak bisa mengetahui secara detail atas pertanyaan yang saudara ajukan, dimana, bagaimana dan dengan cara apa debtcollector itu merampas motor saudara. Namun kami ucapkan terimakasih atas pertanyaan yang saudara ajukan, sebelum dan sesudahnya kami sangat prihatin atas persoalan yang menimpa saudara.

Pada prinsipnya segala utang-piutang harus didasarkan, dan dilaksanakan dengan iktikad baik.

Di dalam dalam undang-undang tentang jaminan fidusia, yang berwenang melakukan eksekusi, seperti penarikan motor haruslah badan pelelangan umum itupun harus melalui putusan pengadilan yang sudah memiliki hukum tetap. Kemudian di dalam peraturan menteri keuangan tentang guna sewa usaha, haruslah diikutkan dengan jaminan fidusia. Jaminan fidusia memiliki kekuatan eksekutorial.

Untuk itu kami anjurkan, agar apabila dikemudian hari mendapat persoalan yang sama (mudah-mudahan tidak) sebaiknya anda mintalah jaminan fidusianya, atau putusan pengadilan. Jika mereka tidak dapat menunjukkan, maka dengan tegas harus menolak penarikan, namun apabila kemudian terdapat perlakukan yang tidak mengenakkan dari pihak debtcollector maka jangan sungkan-sungkan segera hubungi pihak yang berwajib, dapat dikenakan pidana perampasan. Hal tersebut senada dengan Peraturan Kementerian Keuangan yang melarang leasing untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak pembayaran kredit kendaraan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana kalau sudah terlanjur sudah ditarik, apa solusinya?

Terdapat dua upaya hukum yang dapat saudara tempuh, diantara 1. Melakukan mediasi, 2). Menggugat ke pengadilan atas dasar perbuatan melawan hukum. Namun kami anjurkan langkah yang paling baik, dan efektif adalah dengan cara mediasi. Apabila saudara kesulitan untuk melakukan upaya mediasi hubungi lembaga yang kompeten dalam hal itu, kami (Care Law Protection) hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan mediasi, dan memiliki orang-orang yang sangat kompeten di bidang mediasi.

Demikian jawaban kami, untuk lebih jelasnya dapat hadir langsung ke kantor kami.

Your Answer

0 + 11 =