Proteksi dan Perlindungan Hukum

Apa itu Proteksi dan Perlindungan Hukum?

Proteksi dan Perlindungan Hukum adalah tindakan atau upaya untuk melindungi masyarakat dari perbuatan sewenang-wenang oleh penguasa yang tidak sesuai dengan aturan hukum, untuk mewujudkan ketertiban dan ketentraman sehingga memungkinkan manusia untuk menikmati martabatnya sebagai manusia.

Perlindungan hukum dapat dibedakan menjadi 2 cara yaitu Preventif dan Represif. Perlindungan Hukum Preventif merupakan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah dengan tujuan untuk mencegah sebelum terjadinya pelanggaran. Hal ini terdapat dalam peraturan perundang-undangan dengan maksud untuk mencegah suatu pelanggaran serta memberikan rambu-rambu atau batasan-batasan dalam melakukan suatu kewajiban. Pada perlindungan hukum preventif ini, subyek hukum diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. Tujuannya adalah mencegah terjadinya sengketa. Perlindungan hukum preventif sangat besar artinya bagi tindak pemerintahan yang didasarkan pada kebebasan bertindak karena dengan adanya perlindungan hukum yang preventif pemerintah terdorong untuk bersifat hati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. Di Indonesia belum ada peraturan khusus mengenai perlindungan hukum preventif.

Perlindungan hukum represif merupakan perlindungan akhir berupa sanksi seperti denda, penjara, dan hukuman tambahan yang diberikan apabila sudah terjadi sengketa atau telah dilakukan suatu pelanggaran.

Kenapa Membutuhkan Proteksi dan Perlindungan Hukum?

Perlakuan sewenang-wenang
Seringnya perlakukan sewenang-wenang baik yang dilakukan oleh orang lain ataupun penegak hukum akan membuat individu dirugikan baik secara materi ataupun moril.

Arogansi
Tindak arogansi biasanya akan diterima masyrakat awam dari pihak-pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat, seperti penegak hukum dan pegawai pemerintah.

Intimidasi
Intimidasi akan sering dialami oleh masyarakat khusunya bagi mereka yang memiliki pengaruh, intimidasi yang dialami meliputi intimadasi ringan seperti pemaksaan secara verbal dan yang lebih parah secara fisik.

Kriminalisasi
Bagi mereka yang tidak melek hukum, Kriminalisasi menjadi hal yang sering terjadi, mulai dari kasus kecil sampai dengan kasus besar yang melibatkan banyak orang.

Keuntungan memiliki Proteksi dan Perlindungan Hukum?

  1. Membantu masyarakat dalam menghadapi tindakan kesewenang-wenangan dari pihak lain
  2. Memproteksi masyarakat dari tindakan Kriminalisasi yang akan merugikan
  3. Mengurangi adanya intervensi dan intimidasi dari pihak lain sehingga perilaku pemaksaan yang terjadi di masyarakat akan berkurang
  4. Melindungi masyarakat dari perilaku arogansi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang memiliki pengaruh di masyarakat.
  5. Mengurangi masyarakat yang tidak melek hukum, dikarenakan semua orang memiliki HAK hukum yang sama